WELCOME TO LIFE' S

Mengenal, memahami, mengetahui dan mempelajari segala hal yang berhubungan dengan kehidupan

Privat Teacher

Bagi yang butuh bantuan olah data SPSS (Statistical Product and Service Solutions), dapat hubungi saya :
Muhammad Yusuf
Contact person : 085266535583
E- mail : yusuf_4th@yahoo.com

Translate

Selasa, 21 Mei 2013

Tujuan Audit Sumber Daya Manusia


Ada beberapa hal yang ingin dicapai melalui audit SDM yang merupakan tujuan dari dilakukannya audit tersebut, antara lain:
1.      Menilai efektivitas dari fungsi SDM.
2.      Menilia apakah program/aktivitas SDM telah berjalan secara ekonomis, efektif, dan efisien.
3.      Memastikan ketaatan berbagai program/aktivitas SDM terhadap ketentuan hokum, peraturan dan kebijakan yang berlaku diperusahaan.
4.      Mengidentifikasi berbagai hal yang masih dapat ditingkatkan terhadap aktivitas SDM dalam menunjang kontribusinya terhadap perusahaan.
5.      Merumuskan beberapa langkah perbaikan yang tepat untuk meningkatkan ekomomisai, efiesiensi, dan efektivitas berbagai program/aktvitas SDM.

Minggu, 19 Mei 2013

Audit Sumber Daya Manusia



Audit sumber daya manusia merupakan penilaian dan analisis yang komprehensif terhadap program-program sumber daya manusia. Audit sumber daya manusia menekankan penilaian (evaluasi) terhadap berbagai aktivitas SDM yang terjadi pada perusahaan dalam rangka memastikan apakah aktivitas tersebut telah berjalan secara ekonomis.
Audit sumber daya manusia membantu perusahaan meningkatkan kinerja atas pengelolaan sumber daya manusia dengan cara:
1.      Menyediakan umpan balik nilai kontribusi fungsi SDM terhadap strategi bisnis dan tujuan perusahaan.
2.      Menilai kualitas praktik, kebijakan, dan pengelolaan SDM.
3.      Melaporkan keberadaan SDM saat ini dan langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan.
4.      Menilai biaya dan manfaat praktik-praktik SDM.
5.      Menilai hubungan SDM dengan manajemen lini dan cara-cara meningkatkannya.
6.      Merancang panduan untuk menentukan standar kinerja SDM.
7.      Mengidentifikasi area yang perlu diubah dan ditingkatkan dengan rekomendasi khusus.

Selasa, 30 April 2013

Revenue Expenditure

Revenue expenditure adalah cadangan uang yang digunakan oleh pendirian untuk mengembangkan atau meningkatkan aset fisik seperti peralatan, bangunan industri atau properti. Operasi pendirian sebuah mencakup segala sesuatu dari membangun struktur ke bagian perbaikan bangunan.
Setiap pendirian usaha jumlah yang cukup menimbulkan beban untuk terus mempertahankan operasi bisnis itu. Ada dua kategori besar dari pengeluaran bisnis perusahaan dapat dikenakan.. Kategori pertama pengeluaran bisnis terdiri dari item yang dikeluarkan untuk menjalankan operasi sehari-hari pendirian. Contoh operasi sehari-hari termasuk pengeluaran atas sewa yang terjadi, biaya pabrik, pembayaran gaji kepada karyawan, biaya administrasi dan komisi penjualan.
Kategori kedua terdiri pengeluaran aset dibeli oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan peningkatan produktivitas dan efisiensi ditingkatkan pembentukan. Beberapa contoh penting dari pengeluaran semacam ini termasuk pembelian peralatan otomatisasi kantor, pembelian kendaraan kantor, pembelian peralatan mebel dan komputer.

Rumusan Konseptual Masalah Penelitian


PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
*      Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa.
Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah, merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri.
Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat, meliputi perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.
Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. Fungsi kedua, adalah sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. Fungsi ketiga dari perumusan masalah, adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.
*      Kriteria-kriteria Perumusan Masalah
Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia.
Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori, dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.
Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.
Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian, didapati beberapa variasi, antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti, (2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian.
Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan, sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan, karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun, hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian, hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.
Dalam hal perumusan masalah harus memiliki hal berikut ini :
·         Rumusan harus jelas dan tegas.
·         Tidak ambiguitas
·         Mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih.


TIPE MASALAH
Ada beberapa tipe masalah diantaranya :
·         Masalah dalam lingkungan organisasi
·         Masalah dalam area tertentu suatu organisasi.
·         Persoalan teoritis untuk menjelaskan fakta.
·         Permasalahan yang perlu jawaban empiris.

KRITERIA MASALAH
Kriteria masalah dapat meliputi hal – hal berikut :
·         Merupakan Bidang masalah dan topik yang menarik.
·         Signifikansi secara teoritis dan praktis.
·         Dapat diuji melalui pengumpulan data dan analisis data.
·         Sesuai dengan waktu dan biaya.

SUMBER PENEMUAN MASALAH
Sumber penemuan masalah dapat dilihat dari kajian - kajian berikut :
·         Kajian teoritis
·         Kajian Empiris

Capital Expenditure

Capital expenditure adalah pengeluaran menciptakan manfaat masa depan. Sebuah belanja modal tersebut terjadi ketika sebuah bisnis menghabiskan uang baik untuk membeli aktiva tetap atau untuk menambah nilai aset tetap yang ada dengan masa manfaat yang meluas dari tahun pajak Capital expenditure digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh atau meng-upgrade fisik aset seperti peralatan , properti , atau bangunan industri. Dalam akuntansi , suatu belanja modal ditambahkan ke akun aktiva ("dikapitalisasi"), sehingga meningkatkan asset dasar (biaya atau nilai aset yang telah disesuaikan untuk tujuan perpajakan).. Capital expenditure umumnya ditemukan pada laporan arus kas sebagai "Investasi di Plant Aktiva Tetap" atau sesuatu yang serupa dalam ayat Investasi.
Untuk tujuan pajak, belanja modal biaya yang tidak dapat dikurangkan dalam tahun di mana mereka dibayar atau ditanggung dan harus dikapitalisasi  Aturan umum adalah bahwa jika properti yang dibeli memiliki masa manfaat lebih dari tahun pajak, biaya tersebut harus dikapitalisasi.. biaya pengeluaran barang modal tersebut kemudian diamortisasi atau disusutkan selama masa aset yang bersangkutan Sebagaimana dinyatakan di atas, pengeluaran modal membuat atau menambah basis aset atau properti, yang pernah disesuaikan, akan menentukan kewajiban pajak dalam hal penjualan atau transfer Di AS, Internal Revenue Code § § 263 dan 263A berurusan secara luas dengan persyaratan permodalan dan pengecualian.
Termasuk dalam belanja modal adalah jumlah dihabiskan untuk:
  1. memperoleh tetap, dan dalam beberapa kasus, aset tidak berwujud
  2. memperbaiki masalah dengan aset yang ada sebelum akuisisi jika menghasilkan fixture unggul
  3. menyiapkan aset untuk digunakan dalam bisnis
  4. memulihkan properti atau beradaptasi untuk penggunaan baru atau berbeda
  5. memulai atau memperoleh bisnis baru
. Sebuah pertanyaan yang terus menerus akuntansi perusahaan mana pun adalah apakah biaya-biaya tertentu harus dikapitalisasi atau dibebankan.. Biaya yang dibebankan pada bulan tertentu hanya muncul pada laporan keuangan sebagai biaya yang timbul di bulan itu. Biaya yang dikapitalisasi, bagaimanapun, adalah diamortisasi selama beberapa tahun. Kapitalisasi pengeluaran muncul pada neraca. Sebagian besar pengeluaran bisnis biasa jelas baik expensable atau dikapitalisasi, tetapi beberapa biaya dapat diperlakukan dengan cara baik, sesuai dengan preferensi perusahaan. bunga Kapitalisasi jika berlaku juga tersebar sepanjang umur asset.